Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

PUISI: "Cercah" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

Akankah tiba suatu hari yang serba biasa?
Pada suatu ketika yang tidak kita ketahui

Apakah kelak kau kan genggam tanganku?
Mengajakku menapaki sisa-sisa umurmu sambil bercerita masa lalu
Debu mulai menutupi kursi yang biasa kita duduki
Kau dan aku memilih tuk berdiri
Mengumpulkan harapan, beranjak dari tempat ini

Belaian angin menggoda kita tuk segera berlari

Apakah kelak kau kan genggam tanganku?
Ketika kau berjalan, kugenggam kau erat
Kau tersenyum, kudekap kau kuat-kuat

Apakah kelak kau kan berkata,
Aku bisa merasakan denyutmu…



“Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta.” ~ Soe Hok Gie~

13 September 2014
Tempat buku-buku 
karya Wildan Taufiqur Rohman
Jika blog ini menjadi salah satu referensi Anda, jangan lupa menyertakan blog ini dalam daftar rujukan Anda untuk menghargai karya orang lain dan pastinya menghindari plagiarisme. Terima kasih.

PUISI: "Yang (tak) Sempat Terucap" - Wildan 'Jayus' T. Rohman


Kau pergi. Nafas panjangku yang mengekor bersama rangkaian gerbong kata tiba-tiba menghantam pintu yang kau tutup. Berserakan, terbakar, berlarian mencari pikiran. Sebagian menguap, kebanyakan dibungkam senyap. Kucoba mengais yang sekarat dan menelannya kuat-kuat. Ya, mereka hancur dan sebagian yang selamat telah kembali. “Setidaknya kalian aman di sini.” Pikirku.
~27.2.2013~

PUISI: "Sekalimat Denganmu" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

aku ingin selalu dekat denganmu layaknya fonem [b] dengan [p]
dan berharap agar morfem keadaan tak mengubah satuan fonem kita
hingga mampu merangkai kata dan membentuk frasa hingga klausa

~dalam pengharapan~

"meskipun jauh, semoga kita masih berada sekalimat."

PUISI: "Tangga Tumpuan Tujuan" - karya Wildan 'jayus' T. Rohman

Terkadang berada di atas itu tidak menyenangkan
akan ada banyak angin yang menerpa
Kalau boleh mengibaratkan, untuk meraih sesuatu
yang menjadi tujuanmu itu
bukan dengan terbang, lompat, atau apa pun itu
TANGGA
Gunakan saja tangga untuk meraih tujuanmu
meski menapakinya butuh waktu
namun saat satu anak tangga itu patah
kita masih dapat bertumpu pada anak tangga di bawahnya.
Satu anak tangga itu satu tahap yang sejalan
dengan tujuanmu itu
Juga pada permainan catur, raja maju tapi ster,
benteng, menteri, kuda, dan prajurit sudah berada
pada posisi yang disiapkan untuk menjaga raja
"Alon-alon sukur kelakon"
pelan tapi pasti, jangan cepat tapi belum pasti

"Hidup ini bukan seperti mengocok dadu, tapi bukan berarti tidak boleh mengocok dadu, terkadang kita perlu mengocok dadu."

PUISI: "Desember" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

Desember,
sebuah bulan sebuah sebutan
bulan penuh perubahan

Terima kasih Allah yang Maha Segala
Terima kasih Ibu atas segala kasih sayangmu
Terima kasih sahabat dengan segala hormat


kepada yang Maha Esa
hindarkanlah aku dari hal resah
kepada Ibu
tak kan terganti dengan terima kasih beribu
kepada sahabat
tuntunlah aku menjadi hebat

Desember,
sebuah bulan sebuah sebutan
bulan penuh perubahan

PUISI: "Kau Sampah yang Menyebut Kami Sampah" - Wildan 'Jayus' T. Rohman

Aku tersesat di tempat kotor 
penuh bangkai kotoran 
sampai aku ingin pergi 
apa yang kumakan? 
Jika semua adalah kotoran! 
Apa yang kuminum ? 
Jika air ini keruh dengan sampah! 

Ya,
negeri ini sesak dengan sampah! 
tumpukan bangkai daging ke sana kemari 
susah payah mengais makanan 

jika kau sebut kau bangkai? 
Lalu kau sebut kami sampah? 
Hei,Kau yang sampah! 
Kau lebih tak berguna dari bangkai! 

Negeri ini sudah cukup penuh dengan sampah! 
Kau sampah yg menyebut kami sampah! 
Kemana kami harus membuangmu? 
Atau kami bakar saja? 

Hei
sampah yg menyebut kami sampah! 
Berhentilah menjadi sampah! 
Kau tak bisa di urai maupun di daur! 
Kau sampah yang menyebut kami sampah! 
kau memang sampah!


Jika blog ini menjadi salah satu referensi Anda, jangan lupa menyertakan blog ini dalam daftar rujukan Anda untuk menghargai karya orang lain dan pastinya menghindari plagiarisme. Terima kasih.

PUISI: "Pergi" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman


kau pergi
bukan maumu kau pergi
mau Dia
kau tidur
bukan maumu kau tidur
mau Dia
aku menerima
bukan mauku menerima
mau Dia
apalah raga hingga jiwa atas Dia
mauku menerima kemauan Dia
sampaikan salam untuk Dia
aku menerima
kau pergi selamanya

-Untuk mengenang Ayahku-
Semoga jiwamu tenang di sana, tempat yang aku tak tahu dan akan kita semua tuju. Semoga rindu ini kau tahu, sebenar-benarnya aku, sangat merindumu.

7.10.12
J.A.J


Jika blog ini menjadi salah satu referensi Anda, jangan lupa menyertakan blog ini dalam daftar rujukan Anda untuk menghargai karya orang lain dan pastinya menghindari plagiarisme. Terima kasih.

PUISI: "Arti Hujanku dan Hujanmu" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

(image from: http://4.bp.blogspot.com)


apa kau masih ingat arti hujan di antara kita
kita begitu mesra di tengah hujan yang dingin
menggigil bersama dan bahagia dalam itu semua
hujan banyak berbicara tentang kerinduan
namun tak bisa menyampaikan
rinduku atau mungkin rindumu jika kau rindu
akan hilang bersama menguapnya air hujan
akan tiba saat hujan terasa biasa
hujan memang tak bisa menyampaikan
namun hujan tidak bisu
dia memiliki caranya sendiri
tinggal aku atau mungkin dirimu yang mau mengaku
bisa menangkap arti semua

5.10.12
J.A.J


Jika blog ini menjadi salah satu referensi Anda, jangan lupa menyertakan blog ini dalam daftar rujukan Anda untuk menghargai karya orang lain dan pastinya menghindari plagiarisme. Terima kasih.

PUISI: "AKTAHUKA" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman


aku
      kamu
               tahu
aku
               tahu
      kamu tahu
               tahu
               tahu
aku
               tahu
               tahu
       kamu
aku kamu tahu
       kamu
aku          tahu
aku          tahu
      kamu
      kamu tahu
aku

1.9.12

J.A.J

PUISI: "Gadis Lampu Merah" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman




Kotak biskuit usang ia pandangi, mulutnya komat-kamit seperi dukun baca mantra.
Ia mengeja: K-o ko,ng, g-u gu, an itu yang aku tangkap dari mulut kecilnya.
Melakukan itu dalam waktu kurang dari semenit setiap lampu merah.
Belum selesai ia mengeja, angkot sudah kembali melaju berebut penumpang dengan angkot lain.

Miris melihat anak perempuan program wajib belajar bermodalkan tutup botol seng yang dipaku tiga mengais rupiah, bukannya sekolah.

J.A.J

POEM: "Family is Home" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

Place full of affection when you want to share
When you’re delighted
Place you first imagine
When you fall
My house has no roof
But it’s shaded
Keep moving like snail shell
It’s bigger, but it’s still comfort me
I wanna go home
Go to there
No word “home” when you don’t have any
Family
And now, my home has lost a prop
That prop crumpled a years ago
Being decayed, probably
But I’d like to say that’s the fate
Home not house
It’s a place full of affection
That place is family
Family is home

J.A.J


PUISI: "Pembujuk" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

Terlalu sering kau bujuk aku
Bukan dengan sadar aku setuju
Bukan pula omongan orang
Engkau benar benar pembujuk ulung
Buat aku terpikat dengan jurusmu
Lonte jalang aku cinta kamu

j..a.j
xx.11.2011

PUISI: "Ingat Aku" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman

Jika hatiku berkata aku merindumu
Namun lisan bertanya kau tak ingat aku?
Jika hatiku berkata aku sayang kamu
Namun lisan bertanya kau lupa?
Jika hatiku berkata jangan kau pergi
Namun lisan bertanya kau menghindar?
Jika hatiku berkata aku sungguh sayang
Namun lisan bertanya apa dia juga?
Jika hatiku berkata pergilah
Namun lisan bertanya kau yakin?
Jika hatiku berkata balas ini
Namun lisan menjawab semoga saja

j.a.j
20.11.20111

PUISI: "Mengudara" - karya Wildan 'Jayus' T. Rohman


Mungkin aku akan memilih menjadi kembang api
Lepas landas dari pemicu
Membumbung tinggi
Meledak dengan indah dihadapanmu
Membuatmu tersenyum
Kemudian lebur selamanya
j.a.j
26.11.2011

CARA GRADING ATAU KATROL NILAI DENGAN SPREADSHEET ATAU EXEL

  Di atas adalah preview dokumen spreadsheet untuk grading atau katrol nilai dengan objektif. singkat saja, pasti yang cari sedang bingung k...